Gambaran Risiko Pencemaran Sarana Air Bersih Pada Rumah Tangga Balita Penderita Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Ganjar Agung Tahun 2026

Penulis

  • Hanny Rahmawati Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang
  • Wibowo Ady Sapta Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i3.388

Kata Kunci:

air bersih, diare, balita, sanitasi lingkungan

Abstrak

Latar Belakang: Diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, sedangkan kondisi sarana air bersih merupakan salah satu aspek lingkungan yang perlu diperiksa pada rumah tangga kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan jenis sarana air bersih, tingkat risiko pencemaran, dan kondisi sanitasi yang ditemukan pada rumah tangga balita penderita diare di wilayah kerja Puskesmas Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, tahun 2026. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional. Unit analisis adalah rumah tangga balita penderita diare. Naskah awal menyebut populasi dan sampel sebanyak 32 rumah tangga dengan teknik total populasi, serta menyebut 32 balita yang datang berobat selama Februari–April 2026. Karena naskah awal belum menjelaskan apakah 32 tersebut merupakan seluruh kasus pada periode tersebut, seluruh kasus yang memenuhi kriteria, atau kasus berurutan, kerangka sampel perlu dikonfirmasi berdasarkan register kasus Puskesmas sebelum publikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan inspeksi sanitasi menggunakan kuesioner serta lembar inspeksi sarana air bersih. Data dianalisis secara univariat. Hasil: Sebanyak 25 rumah tangga (78,1%) menggunakan sumur gali dan 7 (21,9%) menggunakan perpipaan/PDAM. Risiko pencemaran berada pada kategori sedang pada 20 sarana (62,5%), rendah pada 8 (25,0%), dan tinggi pada 4 (12,5%). Pada sumur gali, kondisi yang paling sering ditemukan adalah bibir sumur tidak sempurna (84,0%), dinding semen tidak diplester rapat/sempurna dan keretakan lantai semen (masing-masing 80,0%), serta tidak tersedianya penutup sumur pada 6 sarana (24,0%) berdasarkan pengkodean TMS; sebanyak 19 (76,0%) tercatat memenuhi item ketersediaan penutup. Pada perpipaan/PDAM, kemungkinan pencemaran pada kran umum ditemukan pada 4 sarana (57,1%). Kesimpulan: Pada rumah tangga kasus yang diinspeksi, sebagian besar sarana air bersih berada pada kategori risiko pencemaran sedang. Temuan yang memerlukan tindak lanjut terutama berkaitan dengan konstruksi sumur dan kondisi pada titik distribusi/penyimpanan air. Hasil ini bersifat deskriptif dan tidak digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat atau mengestimasi risiko diare.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Rahmawati, H. dan Wibowo Ady Sapta (2026) “Gambaran Risiko Pencemaran Sarana Air Bersih Pada Rumah Tangga Balita Penderita Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Ganjar Agung Tahun 2026”, Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna, 5(3), hlm. 515–525. doi: 10.69677/avicenna.v5i3.388.