https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/issue/feed Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna 2026-09-29T03:02:20+00:00 La Ode Liaumin Azim, SKM.,M.Kes.(Epid) [email protected] Open Journal Systems <p>Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna adalah jurnal berkala yang diterbitkan oleh LPPM ITK Avicenna (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna) dengan nomor ISSN 2829-5536 (online) . Jurnal ini pertama kali diterbitkan secara online pada tahun 2022 dengan volume 1 no 1. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna terbit 3 kali dalam setahun (Januari, Mei, September) dan menerbitkan berbagai artikel asli yang berkaitan dengan " Farmasi; Kedokteran Gigi; Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan; Keperawatan: Bidan;Gizi". Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna telah terakreditasi SINTA 5 (Mulai Volume 1 No 3 Tahun 2022 sampai Volume 6 nomor 2 tahun 2027), serta terindeks Google Scholar, Crossref Doi dengan No Prefix 10.69677, dan GARUDA</p> <p>Setiap artikel yang masuk ke redaksi diseleksi melalui proses Preliminary Review dengan mempertimbangkan apakah artikel tersebut sesuai dengan ruang lingkup ilmiah jurnal. Naskah yang tidak sesuai dengan pedoman penulisan untuk publikasi akan ditolak oleh editor sebelum ditinjau lebih lanjut. Naskah yang memenuhi pedoman yang ditentukan akan melalui Proses peer-Preview untuk pemeriksaan substansial dan format. Jika naskah tidak disiapkan dengan benar, naskah akan dikirim kembali ke penulis untuk revisi besar atau kecil. Penulis harus mengirimkan kembali naskah yang direvisi dalam waktu satu bulan setelah penerimaan sementara. Berdasarkan komentar Reviewer, Dewan Editorial kemudian mengambil keputusan akhir untuk menerima atau menolak artikel untuk publikasi</p> https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/291 Yoga dalam Pengendalian Tekanan Darah sebagai Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular: Scoping Review 2026-03-19T05:59:32+00:00 I Gusti Ayu Armadhira Iswa Adi [email protected] Ni Kadek Diah Purnamayanti [email protected] I Ketut Wijana [email protected] <p><strong>Latar Belakang: </strong>Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan hipertensi sebagai salah satu faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi. Yoga sebagai intervensi non farmakologi semakin banyak diteliti karena potensinya dalam mengendalikan tekanan darah dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler. <strong>Tujuan: </strong>untuk memetakan bukti ilmiah mengenai penerapan yoga dalam pengendalian tekanan darah sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskuler. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan <em>scoping review </em>dengan pencarian literatur sistematis pada basis data Google Scholar, PubMed, dan BMC untuk artikel <em>full-text peer-reviewed </em>berbahasa Indonesia atau Inggris yang dipublikasikan pada periode 2021-2025, menggunakan kata kunci terkait yoga, tekanan darah, dan risiko kardiovaskular. Seleksi artikel dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan. <strong>Hasil: </strong>Berbagai bentuk intervensi yoga (yoga asana, pranayama, meditasi, yoga nidra, dan kombinasi gaya hidup berbasis yoga), menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik. Secara umum, studi-studi yang dianalisis melaporkan penurunan tekanan darah sistolik berkisar antara 7-8 mmHg, serta penurunan tekanan darah diastolik yang bermakna secara klinis. Intervensi yoga juga dilaporkan berkontribusi terhadap perbaikan variabilitas denyut jantung dan fungsi otonom yang berperan dalam pengendalian tekanan darah. <strong>Kesimpulan: </strong>Bukti ilmiah menunjukkan bahwa yoga berpotensi menjadi intervensi non farmakologis yang efektif dalam pengendalian tekanan darah sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk mengintegrasikan edukasi dan latihan yoga sederhana, sebagai bagian dari intervensi promotif dan preventif dalam asuhan keperawatan pasien hipertensi di komunitas maupun pelayanan primer</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/400 Intervensi fisioterapi dan Luaran Klinis pada Pasien dengan Bell’s Palsy: Scoping Review 2026-08-21T07:09:48+00:00 ketut widya sari [email protected] Komang Alit Suriyasmini [email protected] <p><strong>Latar Belakang:</strong> Bell’s palsy atau idiopathic facial paralysis merupakan penyebab paling umum kelumpuhan wajah unilateral di seluruh dunia. Fisioterapi berperan penting dalam memulihkan fungsi dan gerakan otot wajah, tetapi efektivitas berbagai intervensinya masih belum banyak dipetakan. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan jenis intervensi fisioterapi, luaran klinis yang dilaporkan, serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian, khususnya terkait inovasi teknologi, guna mendukung rekomendasi klinis dalam praktik keperawatan. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain scoping review untuk mengidentifikasi dan memetakan artikel yang relevan. Pencarian literatur dilakukan dari 23 Juli-30 Agustus 2025 pada tiga basis data, yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi berupa studi primer (randomized controlled trials, quasi-experimental, cohort, dan prospective), berbahasa Inggris, serta dipublikasikan pada tahun 2019–2025. Sebanyak 15 artikel diikutsertakan dalam tinjauan ini. <strong>Hasil</strong>: Intervensi fisioterapi dikelompokkan menjadi lima kategori utama, yaitu latihan neuromuskular, stimulasi listrik, terapi manual, terapi berbasis cahaya dan magnet, serta terapi komplementer. Luaran klinis umumnya diukur menggunakan sistem penilaian fungsi wajah terstandar. <strong>Kesimpulan: </strong>Lima belas studi melaporkan beragam intervensi, termasuk latihan neuromuskular, stimulasi listrik, terapi manual, terapi berbasis cahaya atau magnet, dan terapi komplementer. Heterogenitas desain, protokol, serta instrumen outcome membatasi perbandingan langsung antarterapi. Bukti mengenai rehabilitasi digital dan kontribusi spesifik perawat masih terbatas sehingga diperlukan penelitian primer yang dirancang khusus untuk kedua aspek tersebut</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/386 Hubungan Literasi Kesehatan dengan Perilaku Pencegahan Penggunaan Napza Pada Siswa SMA Darussalam Medan 2026-06-14T05:34:34+00:00 Reni Agustina Harahap [email protected] Tari Uswatun Nisa Siregar [email protected] khairani Natasya [email protected] Astrid Fhira Indriawati [email protected] Della Septiana [email protected] Fakhita Aulia Ghaida [email protected] <p><strong>Latar Belakang:</strong> Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, terutama pada kelompok remaja yang termasuk kelompok rentan terhadap perilaku berisiko. Prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 1,95% dari penduduk usia 15–64 tahun atau sekitar 3,66 juta jiwa, dengan pelajar sebagai salah satu kelompok yang paling rentan. Literasi kesehatan merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi kemampuan remaja dalam memahami informasi kesehatan dan mengambil keputusan yang tepat untuk menghindari penyalahgunaan NAPZA. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku pencegahan penggunaan NAPZA pada siswa SMA Darussalam Medan. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 125 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. <strong>Hasil: </strong>Sebanyak 52,0% responden memiliki literasi kesehatan rendah, sedangkan 61,6% memiliki perilaku pencegahan NAPZA yang baik. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dan perilaku pencegahan penggunaan NAPZA (p &lt; 0,001) dengan koefisien korelasi sebesar ρ = 0,680 yang menunjukkan hubungan kuat. <strong>Kesimpulan:</strong> Literasi kesehatan berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan penggunaan NAPZA pada siswa SMA Darussalam Medan. Peningkatan literasi kesehatan melalui pendidikan dan promosi kesehatan di sekolah dapat menjadi strategi yang efektif dalam mencegah penyalahgunaan NAPZA pada remaja.</p> 2026-10-16T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/419 Gambaran Skor Bromage pada Pasien Pascaoperasi dengan Anestesi Spinal di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara 2026-08-25T12:45:26+00:00 Edria Qaidah [email protected] Tophan Heri Wibowo [email protected] Roro Lintang Suryani [email protected] <p><strong>Latar Belakang: </strong>Anestesi spinal memerlukan pemantauan pemulihan fungsi motorik pascaoperasi untuk mendukung mobilisasi yang aman. Bromage score digunakan untuk menilai derajat blok motorik pada ekstremitas bawah setelah anestesi spinal. Berbagai penelitian telah melaporkan faktor-faktor yang memengaruhi pemulihan motorik pasca anestesi spinal namun data mengenai gambaran bromage score pada pasien pascaoperasi di RS Emanuel Banjarnegara masih terbatas. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bromage score pada pasien pascaoperasi dengan anestesi spinal di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 130 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi di ruang recovery room dengan penilaian bromage score pada menit ke-15 dan ke-30, kemudian dianalisis secara univariat. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia dewasa (60,8%), berstatus ASA II (76,2%), dan menggunakan bupivacaine (64,6%). Pada menit ke-15 sebagian besar responden berada pada bromage score 3 (96,9%), sedangkan pada menit ke-30 sebanyak 16,9% responden mencapai bromage score 2. <strong>Kesimpulan:</strong> Temuan ini menunjukkan adanya perubahan awal fungsi motorik dalam 30 menit pertama di ruang pemulihan, tetapi periode pengamatan belum cukup untuk menentukan waktu pemulihan penuh atau kesiapan mobilisasi</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/356 Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Mokoau 2026-07-02T03:50:54+00:00 Wa Ode Fimpian Andi [email protected] Asnia Zainuddin [email protected] Hilda Harun [email protected] <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kepuasan pasien di Puskesmas Mokoau Kota Kendari tahun 2025 memang sudah tergolong baik, namun terdapat beberapa capaian pelayanan yang masih tergolong rendah dan keluhan oleh pasien yang berpotensi memengaruhi persepsi terhadap mutu pelayanan yang diberikan. <strong>Tujuan:</strong> Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Mokoau Kota Kendari Tahun 2025. <strong>Metode: </strong>Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2025-Januari 2026 menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>chi</em>-<em>square</em> dengan tingkat kepercayaan 95%. <strong>Hasil :</strong> Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan kepuasan pasien pada dimensi: efektif (p=0,012 dengan OR = 1,924), keselamatan (p=0,026 dengan OR = 1,775), tepat waktu (p=0,014 dengan OR = 1,885), efisien (p=0,022 dengan OR = 1,821). Sebaliknya, dimensi berorientasi pada pasien (p=0,854 dengan OR = 0,943) adil (p=0,562 dengan OR = 0,828) tidak menunjukkan hubungan. <strong>Kesimpulan: </strong>Kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Mokoau Kota Kendari Tahun 2025 berhubungan dengan faktor efektif, keselamatan, tepat waktu dan efisiensi pelayanan. Evaluasi rutin terhadap setiap dimensi pelayanan, khususnya pada aspek yang belum berhubungan dengan kepuasan pasien</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/405 Hubungan Paparan Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Ispa Di Wilayah Kerja Puskesmas Kandai Kota Kendari Tahun 2026 2026-07-20T11:59:49+00:00 Merlyn Vitaloka Pattinasarany [email protected] Yasnani [email protected] La Ode Liaumin Azim [email protected] <p><strong>Latar belakang: </strong>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih memiliki prevalensi tinggi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan rumah. Paparan bulu kucing, asap pembakaran sampah, asap rokok di dalam rumah, serta asap obat nyamuk bakar merupakan faktor lingkungan yang berpotensi menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pernapasan pada usia produktif. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kandai Kota Kendari Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. <strong>Metode: </strong>Sampel penelitian berjumlah 158 responden usia produktif (15–64 tahun) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α =0,05) dengan bantuan aplikasi <em>Statistical Package for the Social Sciences</em> (SPSS) versi 27. <strong>Hasil: </strong>dari 158 responden, sebanyak 58 responden (36,7%) tidak mengalami ISPA dan 100 responden (63,3%) mengalami ISPA. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paparan bulu kucing (p=0,001), paparan asap pembakaran sampah (p=0,012), paparan asap rokok di dalam rumah (p=0,001), serta paparan asap obat nyamuk bakar (p=0,001). <strong>Kesimpulan: </strong>terdapat hubungan antara paparan bulu kucing, asap pembakaran sampah, asap rokok di dalam rumah, dan asap obat nyamuk bakar dengan kejadian ISPA pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kandai Kota Kendari. Oleh karena itu, upaya pencegahan ISPA perlu dilakukan melalui pengendalian faktor risiko lingkungan rumah, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta perbaikan kualitas udara dalam rumah.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/318 Uji Fitokimia dan Antioksidan Anggur Laut (Caulerpa racemosa) yang Diekstrak Menggunakan Metanol dan N-Heksana 2026-07-21T03:22:36+00:00 Rosmawati Rosmawati [email protected] Arisman Arisman [email protected] Anwar Said [email protected] <p><strong>Latar belakang: </strong>Anggur laut (<em>Caulerpa racemosa</em>) merupakan salah satu jenis rumput laut yang pemanfaatannya belum optimal meskipun memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan senyawa fitokimia dan membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak metanol dan <em>n</em>-heksana anggur laut (<em>C. racemosa</em>). <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Simplisia <em>C. racemosa</em> diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol dan <em>n</em>-heksana. Ekstrak yang diperoleh dihitung nilai rendemennya, kemudian dilakukan skrining fitokimia terhadap alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH pada beberapa seri konsentrasi dengan [asam askorbat/kuersetin/Trolox] sebagai kontrol positif. Aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan nilai IC₅₀ yang diperoleh melalui analisis regresi linear. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak metanol (4,25%) lebih tinggi dibandingkan n-heksana (0,05%). Uji fitokimia menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan terpenoid, sedangkan senyawa steroid terdeteksi pada ekstrak n-heksana. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ ekstrak metanol sebesar 213,02 ± 4,88 ppm dan n-heksana sebesar 97,48 ± 3,55 ppm, yang mengindikasikan bahwa ekstrak n-heksana memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan ekstrak metanol. <strong>Kesimpulan: </strong>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa <em>C. racemosa</em> berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan baku antioksidan alami</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/296 Pengembangan Media E-Booklet Sebagai Media Penyuluhan Tanda Bahaya Preeklamsia Bagi Ibu Hamil 2026-07-02T01:37:05+00:00 Siti Selvia Vebriani [email protected] Riana Pascawati [email protected] Desi Hidayanti [email protected] Sri Wisnu Wardani [email protected] <p><strong>Latar Belakang :</strong> Preeklamsia masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu, baik secara global maupun di Indonesia. Banyak kasus preeklamsia terlambat terdeteksi karena rendahnya kemampuan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya secara dini. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi kesehatan yang akurat serta kurang optimalnya penggunaan media edukasi dalam pelayanan kesehatan ibu. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media <em>e-booklet</em> sebagai media penyuluhan tanda bahaya preeklamsia bagi ibu hamil serta menilai tingkat kelayakan media yang dikembangkan. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development (R&amp;D)</em> dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 5 ibu hamil pada tahap analisis kebutuhan dan 35 ibu hamil pada tahap implementasi yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Uji kelayakan media dilakukan oleh satu ahli materi dan satu ahli media menggunakan instrumen penilaian skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung skor rata-rata dan persentase untuk menentukan tingkat kelayakan media. <strong>Hasil:</strong> Hasil validasi menunjukkan bahwa media <em>e-booklet</em> memperoleh skor rata-rata 4,21 dari ahli materi dengan kategori layak dan skor 4,56 dari ahli media dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba pengguna menunjukkan skor rata-rata sebesar 4,78 dengan kategori sangat layak. <strong>Kesimpulan:</strong> Media <em>e-booklet</em> yang dikembangkan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media penyuluhan tanda bahaya preeklamsia bagi ibu hamil serta berpotensi mendukung peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam mendeteksi dini komplikasi kehamilan.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/388 Gambaran Risiko Pencemaran Sarana Air Bersih Pada Rumah Tangga Balita Penderita Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Ganjar Agung Tahun 2026 2026-08-14T13:22:34+00:00 Hanny Rahmawati [email protected] Wibowo Ady Sapta [email protected] <p><strong>Latar Belakang:</strong> Diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, sedangkan kondisi sarana air bersih merupakan salah satu aspek lingkungan yang perlu diperiksa pada rumah tangga kasus. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan menggambarkan jenis sarana air bersih, tingkat risiko pencemaran, dan kondisi sanitasi yang ditemukan pada rumah tangga balita penderita diare di wilayah kerja Puskesmas Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, tahun 2026. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional. Unit analisis adalah rumah tangga balita penderita diare. Naskah awal menyebut populasi dan sampel sebanyak 32 rumah tangga dengan teknik total populasi, serta menyebut 32 balita yang datang berobat selama Februari–April 2026. Karena naskah awal belum menjelaskan apakah 32 tersebut merupakan seluruh kasus pada periode tersebut, seluruh kasus yang memenuhi kriteria, atau kasus berurutan, kerangka sampel perlu dikonfirmasi berdasarkan register kasus Puskesmas sebelum publikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan inspeksi sanitasi menggunakan kuesioner serta lembar inspeksi sarana air bersih. Data dianalisis secara univariat. <strong>Hasil:</strong> Sebanyak 25 rumah tangga (78,1%) menggunakan sumur gali dan 7 (21,9%) menggunakan perpipaan/PDAM. Risiko pencemaran berada pada kategori sedang pada 20 sarana (62,5%), rendah pada 8 (25,0%), dan tinggi pada 4 (12,5%). Pada sumur gali, kondisi yang paling sering ditemukan adalah bibir sumur tidak sempurna (84,0%), dinding semen tidak diplester rapat/sempurna dan keretakan lantai semen (masing-masing 80,0%), serta tidak tersedianya penutup sumur pada 6 sarana (24,0%) berdasarkan pengkodean TMS; sebanyak 19 (76,0%) tercatat memenuhi item ketersediaan penutup. Pada perpipaan/PDAM, kemungkinan pencemaran pada kran umum ditemukan pada 4 sarana (57,1%). <strong>Kesimpulan:</strong> Pada rumah tangga kasus yang diinspeksi, sebagian besar sarana air bersih berada pada kategori risiko pencemaran sedang. Temuan yang memerlukan tindak lanjut terutama berkaitan dengan konstruksi sumur dan kondisi pada titik distribusi/penyimpanan air. Hasil ini bersifat deskriptif dan tidak digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat atau mengestimasi risiko diare.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/279 Hubungan Kepemimpinan, Motivasi, Budaya Kerja, dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Mekar Kota Kendari Tahun 2025 2026-02-21T00:45:02+00:00 Nanda Visca Pradiny [email protected] Nani Yuniar [email protected] Sri Tungga Dewi [email protected] <p><strong>Latar</strong> <strong>Belakang:</strong> Puskesmas memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar, di mana kinerja tenaga kesehatan menjadi faktor penentu mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat. Namun, kinerja tenaga kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor organisasi, antara lain kepemimpinan, motivasi, budaya kerja, dan lingkungan kerja. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepemimpinan, motivasi, budaya kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan di BLUD UPTD Puskesmas Mekar Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross sectional study </em>untuk menganalisis hubungan kepemimpinan, motivasi, budaya kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan. Penelitian dilaksanakan di BLUD UPTD Puskesmas Mekar Kota Kendari pada November 2025–Januari 2026 dengan populasi sekaligus sampel seluruh tenaga kesehatan sebanyak 84 orang (<em>total</em><em> sampling</em>). Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitasnya. Data dianalisis menggunakan program SPSS melalui analisis univariat dan bivariat, dengan uji hipotesis <em>Chi-Square </em>pada tingkat signifikansi 0,05. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dan kinerja tenaga kesehatan <em>(p-value </em>= 0,000), motivasi dan kinerja (<em>p-value</em> = 0,003), budaya kerja dan kinerja <em>(p-value </em>= 0,003), serta lingkungan kerja dan kinerja (<em>p-value </em>= 0,001). Tenaga kesehatan dengan persepsi kepemimpinan yang baik, motivasi tinggi, budaya kerja positif, dan lingkungan kerja yang mendukung cenderung memiliki kinerja yang lebih baik. <strong>Kesimpulan: </strong>Kepemimpinan, motivasi, budaya kerja, dan lingkungan kerja berhubungan secara signifikan dengan kinerja tenaga kesehatan di BLUD UPTD Puskesmas Mekar Kota Kendari. Oleh karena itu, upaya penguatan kepemimpinan, peningkatan motivasi kerja, pembentukan budaya kerja yang positif, serta perbaikan lingkungan kerja perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan primer</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/427 Perbandingan Terapi Herbal Rebusan Daun Sirih Hijau dan Kemangi terhadap Keputihan pada Remaja 2026-08-21T06:53:47+00:00 nur cholila [email protected] Safitria Nor Azizah [email protected] Tri Yunita Fitria Damayanti [email protected] Erna Eka Wijayanti [email protected] <p><strong>Latar Belakang:</strong> Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri, terutama di lingkungan pondok pesantren. Keputihan abnormal ditandai dengan perubahan warna, bau, jumlah cairan, serta rasa gatal akibat infeksi dan kurangnya kebersihan genital. Daun sirih hijau (Piper betle L.) dan daun kemangi <em>(Ocimum × africanum L.)</em> diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas rebusan daun sirih hijau dan rebusan daun kemangi terhadap keputihan pada remaja putri. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest two group design. Populasi penelitian adalah remaja putri di Pondok Pesantren Sunan Santri Al-Ikhlas Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan sebanyak 90 orang. Sampel berjumlah 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok rebusan daun sirih hijau dan kelompok rebusan daun kemangi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi yang telah tervalidasi. Intervensi dilakukan selama 7 hari dengan pembilasan genital dua kali sehari. Analisis data menggunakan uji McNemar dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua terapi herbal berpengaruh signifikan terhadap penurunan keputihan (p&lt;0,05). Pada kelompok rebusan daun sirih hijau seluruh responden (100%) mengalami kondisi normal setelah intervensi, sedangkan pada kelompok rebusan daun kemangi sebanyak 11 responden (68,8%) mengalami kondisi normal. Hasil uji Fisher’s Exact menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua kelompok perlakuan (p=0,043). <strong>Kesimpulan</strong>: Rebusan daun sirih hijau lebih efektif dibandingkan rebusan daun kemangi dalam menurunkan keputihan pada remaja putri. Terapi herbal ini dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan komplementer yang aman, terjangkau, dan mudah diterapkan.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/360 Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Personal Higiene dengan Gejala Skabies pada Santri di Pesantren Ummul Qurra Cendana Kendari 2026-08-21T07:08:46+00:00 Angel Latif [email protected] Jumakil [email protected] Siti Rabbani Karimuna [email protected] <p><strong>Latar Belakang: </strong>Skabies merupakan penyakit kulit menular yang banyak ditemukan pada lingkungan hunian padat seperti pondok pesantren dan dipengaruhi oleh faktor sanitasi, higiene personal serta kepadatan hunian. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi, personal higiene, dan kepadatan hunian dengan gejala skabies pada santri<strong>. Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross sectional study</em>. Populasi berjumlah 122 santri dengan sampel 93 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>proportional stratified random sampling</em>. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Data dikumpulkan melalui pengisisan kuesioner dan observasi. Analisis data dilakukan secara univarit dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dan <em>Fisher’s Exact</em>.<strong> Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara sanitasi dengan gejala skabies (p=0,022) dan terdapat hubungan antara personal higiene dengan gejala skabies (p=0,003). Kepadatan hunian tidak diuji secara bivariat karena data bersifat homogen (100% padat), yang mengindikasikan seluruh santri terpapar pada risiko kepadatan hunian yang sama. <strong>Kesimpulan: </strong>Kondisi sanitasi dan personal higiene berhubungan dengan gejala skabies pada santri, sehingga diperlukan upaya peningkatan sanitasi lingkungan dan pembiasaan perilaku personal higiene yang baik untuk mencegah kejadian skabies di lingkungan pesantren</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/411 Evaluasi Kepatuhan Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Menggunakan Insinerator di PT. X, Kawasan Pengelola Limbah Industri, Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam Tahun 2026 2026-08-19T14:12:00+00:00 Zahra Nur Annisa Apendi Putri [email protected] Muhammad Kafit [email protected] Novela Sari [email protected] Roni Razali [email protected] <p><strong>Latar Belakang</strong>: Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan industri berpotensi mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat apabila tidak dikelola secara optimal. PT. X Batam menggunakan insinerator sebagai metode pengolahan limbah B3 yang paling dominan, dengan proporsi mencapai 73% dari total limbah yang diolah, namun evaluasi sistem secara rutin belum dilakukan. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengolahan limbah B3 menggunakan insinerator di PT. X Batam. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus evaluatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif di PT. X pada Februari s.d. Mei 2026. Lima informan dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam pengelolaan insinerator. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan verifikasi dokumen SOP, perizinan, serta laporan lingkungan. Data dianalisis berdasarkan input, proses, dan output, kemudian data dianalisis melalui proses transkripsi, pengodean, kategorisasi, dan penyusunan tema. Kredibilitas temuan diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan telaah dokumen lalu dibandingkan dengan matriks kriteria PermenLHK No. 6 Tahun 2021, PermenLHK No. 11 Tahun 2024, dan SNI 8423:2023. <strong>Hasil</strong>: Aspek input menunjukkan bahwa sumber daya manusia belum memiliki sertifikasi kompetensi pengelolaan limbah B3 sesuai PermenLHK No. 11 Tahun 2024; sarana prasarana secara umum tersedia, namun tempat penyimpanan sementara limbah B3 belum berizin dan belum dilengkapi pendeteksi kebakaran otomatis; sedangkan standar operasional prosedur telah tersedia namun belum ditempatkan di area kerja. Aspek proses pembakaran dan penanganan residu telah sesuai dengan PermenLHK No. 6 Tahun 2021 dan SNI 8423:2023. <strong>Kesimpulan</strong>: Sistem pengolahan limbah B3 menggunakan insinerator di PT. X Batam telah berjalan cukup baik, tetapi masih memerlukan peningkatan pada aspek kompetensi sumber daya manusia, kelengkapan sarana prasarana, dan penerapan standar operasional prosedur guna meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/339 Gambaran Jenis dan Lokasi Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) yang Ditangani Di Kota Kendari Tahun 2024 2026-03-25T10:27:27+00:00 Irma Irma [email protected] Harleli Harleli [email protected] <p><strong>Latar Belakang: </strong>Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditularkan ke manusia melalui gigitan atau goresan atau jilatan (pada kulit yang rusak atau selaput lendir) dari hewan yang terinfeksi. Rabies telah endemis di berbagai daerah di Indonesia. Jika kasus rabies tidak ditangani, gigitan hewan rabies dapat menyebabkan kematian. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang jenis hewan penular rabies (HPR) yang menyebabkan kasus gigitan hewan penular rabies (RTAB) di Kota Kendari pada periode 1 Januari – 30 Desember 2024. <strong>Metode: </strong> Penelitian ini merupakan penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah pasien yang mengalami Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) sebanyak 224 kasus. Semua penderita yang mengalami GHPR berpartisipasi sebagai sampel dalam penelitian ini. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non random sampling yaitu total sampel. Pengumpulan data dengan menggunakan survey dan wawancara. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel yang disertai dengan narasi. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis HPR adalah anjing sebanyak 72,8% dan kucing sebanyak 26,2% dengan lokasi gigitan HPR paling banyak adalah kaki yaitu sebanyak 44,4% dan tangan 35,4% sedangkan lokasi gigitan HPR yang paling sedikit adalah tangan dan leher yaitu masing-masing sebesar 0,4%. <strong>Kesimpulan: </strong>jenis HPR penyabab kasus GHPR di Kota Kendari tahun 2024 adalah anjing dengan lokasi gigitan yang paling sering adalah kaki</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/404 Pengaruh Penambahan Berat Badan Dan Kadar Hemoglobin Ibu Selama Kehamilan Terhadap Berat Bayi Lahir 2026-07-24T12:28:43+00:00 shofia azzahra [email protected] Estri Kusumawati [email protected] Dwi Rukma Santi [email protected] <p><strong>Latar Belakang: </strong>Berat bayi lahir merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan status kesehatan bayi baru lahir. Berat bayi lahir dapat dipengaruhi oleh kondisi ibu selama kehamilan, di antaranya penambahan berat badan dan kadar hemoglobin. Kedua faktor tersebut merupakan faktor yang dapat dimodifikasi dalam mendukung pertumbuhan janin. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan berat badan dan kadar hemoglobin ibu selama masa kehamilan terhadap berat bayi lahir<strong>. Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional. </em>Sebanyak 31 ibu bersalin dipilih sebagai sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan rekam medis. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi p &lt; 0,05<strong>. Hasil: </strong>Distribusi responden menunjukkan bahwa 48,4% mengalami penambahan berat badan sesuai rekomendasi, 71,0% memiliki kadar hemoglobin ≥ 11 g/dL, dan 93,5% bayi lahir dengan berat normal (&gt;2500 – 3999 g). Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa penambahan berat badan selama kehamilan dan kadar hemoglobin berpengaruh signifikan secara simultan terhadap berat bayi lahir (p &lt; 0,001). Kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 51,8% variasi berat bayi lahir (R<sup>2 </sup>= 0,518)<strong>.</strong> <strong>Kesimpulan: </strong>Penambahan berat badan dan kadar hemoglobin ibu selama masa kehamilan berpengaruh signifikan secara simultan terhadap berat bayi lahir. Pemantauan kenaikan berat badan sesuai rekomendasi serta pemeriksaan kadar hemoglobin secara berkala selama kehamilan penting dilakukan untuk mendukung pertumbuhan janin dan mengoptimalkan berat bayi lahir<strong>.</strong></p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/298 Mapping Geografis Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di SMA/SMK Kota Jambi 2026-02-20T13:28:25+00:00 Caesara Putri Sasikirana [email protected] Ummi Kalsum [email protected] Evy Wisudariani [email protected] Rd. Halim [email protected] <p>Latar Belakang: Angka perokok aktif terus meningkat di kalangan usia 10-18 tahun, sangat penting untuk bisa mengontrol angka perokok aktif di usia tersebut, usaha untuk menekan angka perokok aktif adalah dengan menerapkan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan sekolah. Tujuan: Mengidentifikasi distribusi, frekuensi, dan sebaran SMA/SMK di Kota Jambi berdasarkan status penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), serta memperoleh informasi untuk merumuskan strategi penerapan KTR di SMA/SMK Kota Jambi. Metode: Jenis penelitian <em>mixed methods</em>. Penelitian kuantitatif dilakukan pada seluruh SMA/SMK di Kota Jambi dan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> dilakukan pada 4 SMA dan 2 SMK dimana masing-masing sekolah diambil 5 Responden yang berisikan 3 Guru dan 2 Siswa. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April – Agustus 2025. Analisis data menggunakan aplikasi <em>QGIS</em> dan <em>Nvivo.</em>Hasil: Dari 100 SMA/SMK di Kota Jambi, ada 9 sekolah yang sudah tutup permanen dan ada 2 sekolah yang menolak untuk dilaksanakan penelitian sehingga data yang di dapatkan adalah sebanyak 89 sekolah. Dari 89 sekolah, yang sudah menerapkan 10 Indikator Kawasan Tanpa Rokok sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan adalah sebanyak 14 sekolah (15,73%) dan 75 sekolah (84,27%) lainnya masih belum menerapkan Kawasan Tanpa Rokok. Simpulan: Berdasarkan hasil pemetaan menunjukkan bahwa sekolah yang telah dan belum menerapkan KTR tersebar di berbagai wilayah Kota Jambi, dengan jumlah sekolah yang belum menerapkan KTR lebih dominan dibandingkan sekolah yang telah menerapkan KTR. Sedangkan berdasarkan hasil wawancara mendalam, startegi yang paling tepat untuk menerapkan KTR yaitu dengan melakukan sosialisasi kesehatan secara rutin baik kepada siswa maupun guru dan memberikan tindakan tegas pada para pelanggar KTR</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/398 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Depresi Masa Nifas di RSUD Koja : Studi Cross Sectional 2026-07-23T05:45:54+00:00 Aisah [email protected] Ani Kusumastuti [email protected] Rosita Syaripah [email protected] <p><strong>Latar Belakang: </strong>Depresi masa nifas merupakan masalah kesehatan mental maternal yang dapat mengganggu adaptasi ibu setelah melahirkan serta berdampak pada kesehatan ibu, bayi, dan keluarga. Deteksi dini faktor risiko diperlukan agar pelayanan nifas tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko depresi masa nifas di RSUD Koja Tahun 2026. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 106 ibu nifas yang dipilih dengan teknik total sampling, dengan kriteria inklusi ibu nifas yang bersalin di RSUD Koja, sedang dalam masa nifas, serta bersedia menjadi responden dan mampu mengisi kuesioner EPDS. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), dan Postpartum Social Support Questionnaire (PSSQ). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan Fisher Exact. <strong>Hasil: </strong>Sebanyak 35 responden (33,0%) berisiko mengalami depresi masa nifas. Faktor faktor yang berhubungan signifikan dengan risiko depresi masa nifas adalah jenis persalinan (p=0,001; OR=0,225), komplikasi kehamilan saat ini (p=0,045; OR=0,433), dukungan sosial suami dan keluarga (p=0,034), usia (p&lt;0,001; OR=5,195), pendidikan (p=0,003), dan pekerjaan (p&lt;0,001; OR=16,421). Paritas tidak berhubungan signifikan dengan risiko depresi masa nifas (p=0,112; OR=1,935). <strong>Kesimpulan: </strong>Risiko depresi masa nifas masih ditemukan pada sepertiga ibu nifas. Skrining rutin menggunakan EPDS dan penguatan dukungan keluarga perlu diintegrasikan dalam pelayanan nifas.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna