https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/issue/feed Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna 2026-01-14T13:01:46+00:00 La Ode Liaumin Azim, SKM.,M.Kes.(Epid) alymelhamed09@uho.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna adalah jurnal berkala yang diterbitkan oleh LPPM ITK Avicenna (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna) dengan nomor ISSN 2829-5536 (online) . Jurnal ini pertama kali diterbitkan secara online pada tahun 2022 dengan volume 1 no 1. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna terbit 3 kali dalam setahun (Januari, Mei, September) dan menerbitkan berbagai artikel asli yang berkaitan dengan " Farmasi; Kedokteran Gigi; Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan; Keperawatan: Bidan;Gizi". Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna telah terakreditasi SINTA 5 (Mulai Volume 1 No 3 Tahun 2022 sampai Volume 6 nomor 2 tahun 2027), serta terindeks Google Scholar, Crossref Doi dengan No Prefix 10.69677, dan GARUDA</p> <p>Setiap artikel yang masuk ke redaksi diseleksi melalui proses Preliminary Review dengan mempertimbangkan apakah artikel tersebut sesuai dengan ruang lingkup ilmiah jurnal. Naskah yang tidak sesuai dengan pedoman penulisan untuk publikasi akan ditolak oleh editor sebelum ditinjau lebih lanjut. Naskah yang memenuhi pedoman yang ditentukan akan melalui Proses peer-Preview untuk pemeriksaan substansial dan format. Jika naskah tidak disiapkan dengan benar, naskah akan dikirim kembali ke penulis untuk revisi besar atau kecil. Penulis harus mengirimkan kembali naskah yang direvisi dalam waktu satu bulan setelah penerimaan sementara. Berdasarkan komentar Reviewer, Dewan Editorial kemudian mengambil keputusan akhir untuk menerima atau menolak artikel untuk publikasi</p> https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/282 Pengaruh Faktor Iklim Terhadap Kejadian Demam Berdarah (DBD) di Jakarta Pusat Tahun 2014-2023 2025-12-24T03:43:51+00:00 Nemi Muhaeminah nemimuhaeminah@gmail.com Ririn Arminsih Wulandari nemimuhaeminah@gmail.com <p><em>World Health Organization (WHO) documented a ten-fold surge in reported cases worldwide increasing from 500 000 to 5.2 million. In Indonesia, the increase from 2018 to 2022 includes 440 cases (85,6%) in 2018, rising to 484 cases in 2022. Meanwhile, in Central Jakarta there has been an increase in cases, in 2018 they’re 112 case increase 752 Dengue Fever cases in 2022.</em></p> <p><em>Purpose: This study aims to analyze the impact climatic factors (air temperature, humidity, rainfall, and wind direction) on dengue fever cases in Central Jakarta. Methods: This research method uses a time-trend ecological study design with the inclusion criteria of cities that have weather monitoring stations from the Climatology and Geophysics Meteorology Agency. Results: The climatic factors that influence of Dengue Fever in Central Jakarta from Januari 2014 to December 2023 are as follows : humadity with p value 0,02&lt;0,05 has positive correlation coefficient (r=0,210). The duration of sunlight has a weak negative correlation with DF incidence (r= -0,185) ad shows a significant with p value 0,044. In contrast, the temperature variable has a very weak positive correlation with DF incidence (r=0,003) and is not signification related (p=0,977). Rainfall has a weak positive correlation with DF incidence (r=0,141) and is not significant (p=0,123). Wind direction shows a weak positive correlation (r=0,126) and is not significant (p=0,170). Wind speed has a very weak negative correlation (r= -0,089) and is not significantly related p=0,336. Conclusion: The increase in population is accompanied by an increase in dengue cases. Climatic factors in this case humidity, rainfall, and wind direction have a significant effect on the incidence of DHF.</em></p> 2026-01-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/256 Pengaruh Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Tingkat Pendidikan terhadap Kekurangan Energi Kronik pada Remaja Putri: Analisis Data Riskesdas 2023 2025-11-17T01:10:07+00:00 La Ode Liaumin Azim alymelhamed09@gmail.com Agnes Mersatika Hartoyo agnesjeehan@gmail.com Putu Eka Meiyana Erawan ekaputuerawan18@gmail.com <p><strong>Latar belakang:</strong> Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Faktor-faktor seperti pendidikan, pola makan, aktivitas fisik, dan konsumsi buah dan sayur diketahui berperan penting dalam kejadian KEK.&nbsp; <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, aktivitas fisik, dan konsumsi buah dan sayur terhadap kejadian KEK pada remaja putri di Indonesia, menggunakan data sekunder dari Riskesdas 2023. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data bersumber dari data SKI 2023, dengan jumlah sampe 55.506 remaja putri yang berusia 10-19 tahun. Analisis dilakukan menggunakan analisis Complex Samples <em>Chi-Square</em>. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan KEK, (P-value = 0,000). Aktivitas fisik berat berhubungan dengan penurunan prevalensi KEK (P-value = 0,778, POR = 0,863). Selain itu, konsumsi buah dan sayur yang kurang baik berhubungan dengan peningkatan kejadian KEK (P-value = 0,001, POR = 1,486).. <strong>Kesimpulan:</strong> Pendidikan rendah, konsumsi buah dan sayur yang tidak memadai, merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian KEK pada remaja putri. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan pendidikan gizi dan memperbaiki pola makan remaja putri guna mencegah KEK</p> 2026-01-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/274 Pengaruh Wellnes Intervention Terapi Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Kanker Dengan Kemoterapi 2025-12-21T10:41:50+00:00 Luh Mutiara Widiarini mutiaramudiarini@gmail.com Ni Kadek Diah Purnamayanti mutiaramudiarini@gmail.com Made Juliani mutiaramudiarini@gmail.com <p>Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Di Indonesia angka kejadian kasus meningkat mencapai 396.914 kasus dengan total kematian sebanyak 234.511 kasus pada tahun 2020. Faktor risiko termasuk mutasi genetik, usia, merokok, dan paparan bahan berbahaya. Penatalaksanaan kanker dapat dilakukan melalui pembedahan atau pembedahan, kemoterapi, radioterapi, terapi biologis sistem kekebalan tubuh dengan cara menggunakan agen biologis. Mual, muntah, cemas dan tegang, kelelahan, melemahnya sistem kekebalan tubuh, peningkatan risiko infeksi, suasana hati. perubahan, depresi, dan perasaan putus asa akibat kemoterapi pada pasien kanker dapat diberikan intervensi nonfarmakologis berupa teknik relaksasi otot progresif. Metode penelitian scoping review mengenai wellness intervention dan terapi otot progresif pada pasien kanker kemoterapi melibatkan pencarian sumber relevan, seleksi berdasarkan abstrak, analisis jenis penelitian dan intervensi, serta penyusunan ringkasan temuan kunci. Kriteria inklusi dan eksklusi diaplikasikan dengan cermat, menghasilkan 5 artikel yang memenuhi syarat untuk analisis kualitatif. Hasil penelitian mencakup karakteristik artikel yang berasal dari berbagai jurnal, dengan intervensi berupa teknik rilaksasi otot progresif melalui 15 gerakan dan pemberian kuesioner. Luaran intervensi diharapkan dapat mengurangi kecemasan, mual, muntah, dan stres pada pasien kanker kemoterapi. Ekstraksi data dilakukan untuk menyajikan informasi penting dari artikel-artikel yang relevan. Intervensi wellness dengan terapi otot progresif memberikan manfaat signifikan bagi pasien kanker kemoterapi, termasuk penurunan kecemasan, mengatasi mual, merilekskan tubuh, dan meningkatkan semangat. Peran perawat penting dalam memahami, menerapkan teknik relaksasi, dan memantau respons pasien serta efek samping kemoterapi. Monitoring yang cermat diperlukan untuk evaluasi dan penyesuaian perawatan</p> 2026-01-27T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/249 Faktor Risiko Sosiodemografi dan Gaya Hidup terhadap Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Jakabaring 2025-11-07T05:35:31+00:00 Devi Marlina devi.marlina712@gmail.com Ririn Noviyanti Putri devi.marlina712@gmail.com Nasrullah devi.marlina712@gmail.com Putri Amanda Irawan devi.marlina712@gmail.com Eka Safitri dayanti devi.marlina712@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Faktor gaya hidup lainnya termasuk aktivitas fisik, pola makan, dan perilaku merokok Kadar glukosa darah meningkat pada orang yang menjalani gaya hidup aktif dibandingkan dengan orang yang tidak terlalu aktif, merokok, dan bekerja sedentary. <strong>Tujuan: </strong>Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko yang memengaruhi kejadian DM Tipe 2. <strong>Metode</strong><strong> : </strong>Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Variabel studi ini &nbsp;yaitu aktivitas fisik, jenis kelamin, pekerjaan, usia, status pernikahan, perilaku merokok. dan kejadian DMT2. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Jakabaring dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Besaran sampel didapat sebanyak 95 responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat, dan analisis bivariat. Pada analisis bivariate menggunakan uji hipotesis <em>Chi Square IBM SPSS 26. </em><strong>Hasil : </strong>Responden dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami DM tipe 2 dibandingkan mereka dengan aktivitas fisik sedang/tinggi, dengan PR = 1,8; 95% CI: 1,3–2,4 p<strong> &lt; </strong>0,05. Tidak bekerja juga terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian DM tipe 2, dengan PR = 2.4; 95% CI: 1,4–4.0; p &lt; 0,05, pada responden yang merokok memiiki hubungan signifikan dengan kejadian DM tipe 2 dengan PR = 1,5; 95% CI = 1,0-2,0; p &lt; 0.05. <strong>Kesimpulan :</strong> Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik, pekerjaan, dan perilaku merokok dengan kejadian DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Jakabaring Kota Palembang</p> 2026-01-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/303 Pengaruh Edukasi Telenursing Terhadap Pengetahuan Kader Posyandu Tentang Kepatuhan Terapi Diabetes Melitus dan Hipertensi di Desa Panji 2026-01-14T13:01:46+00:00 Kadek Julia Chandra Jyoti julia.chandra@undiksha.ac.id I Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha gd.fanji@undiksha.ac.id I Ketut Wijana ketutwijana2204@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td width="453"> <p><strong>Latar Belakang: </strong>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada penatalaksanaan penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Prevalensi kedua penyakit tersebut di Indonesia masih tergolong tinggi, sementara tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang masih rendah sehingga berisiko menimbulkan komplikasi. Kader posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat komunitas, namun keterbatasan pengetahuan dan pemanfaatan teknologi digital menyebabkan peran tersebut belum optimal. Edukasi telenursing menjadi salah satu pendekatan inovatif yang berpotensi meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam mendukung kepatuhan terapi pasien. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi telenursing terhadap pengetahuan kader posyandu tentang kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi di Desa Wisata Panji<strong>. Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>pre-eksperimental one-group pretest–posttest</em>. Sampel penelitian terdiri dari 68 kader posyandu yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat<strong>. Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan kader posyandu setelah diberikan edukasi telenursing. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>, yang menandakan bahwa edukasi telenursing berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu mengenai kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi. <strong>Kesimpulan: </strong>Edukasi telenursing berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu dalam mendukung kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi. Intervensi ini dapat digunakan sebagai strategi efektif untuk memperkuat peran kader dalam pengelolaan penyakit kronis di tingkat komunitas.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/271 Efektivitas Terapi Akupresure Terhadap Kualitas Tidur Pada Wanita Menopause : Tinjauan Literatur 2025-12-16T06:16:37+00:00 Kadek Dwi Pitriyani dwi.pitriyani@student.undiksha.ac.id Made Ririn Sri Wulandari dwi.pitriyani@student.undiksha.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Gangguan tidur sering dialami wanita menopause akibat penurunan hormon estrogen, yang berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan. Terapi nonfarmakologis, seperti akupresur, menjadi alternatif yang aman dan praktis. <strong>Tujuan:</strong> Menganalisis efektivitas terapi akupresur terhadap kualitas tidur dan insomnia pada wanita menopause. <strong>Metode:</strong> Tinjauan literatur sistematis dengan sintesis naratif dilakukan melalui pencarian Google Scholar dan PubMed (2020–2025) menggunakan kata kunci terkait akupresur, menopause, dan kualitas tidur. Seleksi artikel mengikuti kerangka PICOT, menghasilkan 10 artikel penelitian yang dianalisis secara naratif. <strong>Hasil: </strong>Hasil akupresur pada titik HT7 (Shenmen), baik tunggal maupun dikombinasikan dengan PC6 dan GV20, selama kurang lebih 15–20 menit per sesi, 2–3 kali per minggu, terbukti menurunkan skor insomnia dan meningkatkan kualitas tidur secara signifikan. Efektivitas semakin optimal ketika dikombinasikan dengan aromaterapi atau latihan fisik ringan. Intervensi ini juga dilaporkan aman, mudah dipelajari, dan dapat dilakukan secara mandiri. <strong>Kesimpulan: </strong>Akupresur efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur pada wanita menopause dan direkomendasikan sebagai intervensi komplementer berbasis bukti.</p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/186 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Penggunaan Obat Antinyeri Pada Pasien Swamedikasi Nyeri Muskuloskeletal 2025-09-18T07:40:09+00:00 Royhan Hanin Syahrullah royhanhanin@gmail.com Umi Narsih royhanhanin@gmail.com Fahmi Dimas Abdul Azis royhanhanin@gmail.com <p>Nyeri muskuloskeletal merupakan salah satu keluhan kesehatan yang umum dan sering diatasi melalui swamedikasi menggunakan obat antinyeri, terutama NSAID dan paracetamol. Namun, ketidakpatuhan terhadap aturan penggunaan obat dalam praktik swamedikasi dapat menimbulkan risiko klinis yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan penggunaan obat antinyeri pada pasien swamedikasi nyeri muskuloskeletal, khususnya di Apotek Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo. Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dari 57 responden dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketidakpatuhan mencapai 40,4%. Dari berbagai faktor yang dianalisis, hanya sikap pasien terhadap penggunaan obat yang menunjukkan hubungan signifikan terhadap ketidakpatuhan. Sementara itu, pengetahuan pasien dan dukungan sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi edukatif yang berfokus pada perubahan sikap pasien guna meningkatkan kepatuhan dalam penggunaan obat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman perilaku swamedikasi dan menjadi dasar perencanaan strategi edukasi berbasis perilaku.</p> 2026-01-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/294 Evaluasi Program PMT Lokal Terhadap Perubahan Z-Score BB/U Balita 2026-01-08T00:37:33+00:00 Nur Afifah afifah.gizi25@gmail.com Devi Savitri Effendy devisavitri_fkm@uho.ac.id Asriati asriatyusuf@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi balita, terutama di daerah pesisir. Namun, efektivitasnya terhadap peningkatan Z-score berat badan per umur (BB/U) masih perlu dievaluasi.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh PMT berbasis pangan lokal terhadap perubahan Z-score BB/U balita serta hubungannya dengan kepatuhan konsumsi dan asupan energi dan protein.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan sampel 86 balita berusia 12–59 bulan. Data Z-score BB/U dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi. Kepatuhan konsumsi PMT serta asupan energi dan protein harian dicatat. Analisis statistik nonparametrik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan korelasi Spearman.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Sebagian besar balita menunjukkan peningkatan Z-score BB/U setelah intervensi, namun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik (Z = −1,096; p = 0,273). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada perubahan Z-score BB/U berdasarkan kepatuhan konsumsi PMT (U = 772,5; p = 0,114). Korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif lemah antara asupan energi dan perubahan Z-score BB/U (r = −0,246; p = 0,022), sedangkan asupan protein tidak berhubungan dengan perubahan Z-score (r = 0,004; p = 0,969).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> PMT berbasis pangan lokal cenderung meningkatkan status gizi balita secara deskriptif, tetapi efektivitasnya dipengaruhi oleh durasi intervensi, kepatuhan konsumsi, kualitas asupan rumah tangga, dan faktor kesehatan serta sosial ekonomi. Disarankan agar PMT diberikan dalam durasi lebih panjang, disertai edukasi gizi, pemantauan konsumsi, dan perbaikan pola makan keluarga untuk meningkatkan dampak pada status gizi balita.</p> 2026-01-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/265 GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTI EPILEPSI PADA PASIEN DEWASA DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT “JIH” YOGYAKARTA PERIODE TAHUN 2023 2025-12-11T05:50:55+00:00 Hanita Christiandari hanitachristiandari@permataindonesia.ac.id Meylinda Putri Pamungkas hanitachristiandari@permataindonesia.ac.id Jarot Yogi Hernawan hanitachristiandari@permataindonesia.ac.id <table> <tbody> <tr> <td width="458"> <p><strong>Latar belakang:</strong> WHO memperkirakan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 5 juta individu yang didiagnosis mengalami epilepsi. Di Indonesia, jumlah penderita epilepsi juga tergolong tinggi, yaitu sekitar 8,2 kasus per 1.000 penduduk. Selain itu, laporan WHO menunjukkan bahwa negara-negara berkembang memiliki prevalensi epilepsi tertinggi pada kelompok usia 20 hingga 50 tahun <strong>Tujuan: </strong>Mengidentifikasi pola penggunaan obat antiepilepsi pada pasien dewasa dengan mempertimbangkan jenis kelamin, klasifikasi obat, tipe kejang, serta bentuk terapi yang diberikan <strong>Metode: </strong>Penelitian bersifat deskriptif dengan pemanfaatan data historis. Sampel penelitian menggunakan seluruh populasi pasien epilepsy sejumlah 75 pasien. Data dianalisis dengan analisis kuantitatif. &nbsp;<strong>Hasil:</strong> Penggunaan obat anti epilepsi pada perempuan (52%) adalah Levetiracetam (33%), laki-laki (48%) adalah Fenitoin (42%). Golongan obat yang paling banyak yaitu Hidantoin (33%). Obat untuk kejang umum paling banyak yaitu Fenitoin (35%), kejang fokal dengan Levetiracetam (33%), kejang tidak diketahui dengan Fenitoin (36%). Jenis terapi obat yang adalah monoterapi (65%) dengan Fenitoin dan politerapi sebesar (35%) dengan kombinasi Fenitoin dengan Clonazepam (5%). &nbsp;<strong>Simpulan:</strong> Penggunaan obat antiepilepsi pada populasi penelitian menunjukkan bahwa Levetiracetam merupakan pilihan yang paling sering digunakan pada pasien perempuan, sedangkan Fenitoin lebih dominan pada pasien laki-laki. Secara keseluruhan, golongan obat yang paling umum diresepkan adalah Hidantoin. Untuk penatalaksanaan kejang, Fenitoin paling banyak digunakan pada tipe kejang umum, sementara Levetiracetam lebih sering dipilih untuk kejang fokal. Selain itu, pola terapi yang paling sering diterapkan adalah monoterapi.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-01-14T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/284 Paparan Stresor Tidak Terprediksi Secara Kronis Meningkatkan Perilaku Depresi dan Rasio Neutrofil Limfosit Tikus 2026-01-06T21:48:29+00:00 Fajar Islam Sitanggang fajarisitanggang@gmail.com Elpita Tarigan fajarisitanggang@gmail.com Sindi Farhana fajarisitanggang@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Stres kronis telah diakui sebagai faktor penting pada gangguan depresi, Dampaknya tidak hanya pada aspek perilaku tetapi juga pada fungsi fisiologis. Paparan stres yang berlangsung lama dapat mengganggu regulasi emosi dan motivasi, memicu perubahan pada sistem imun memebentuk kondisi inflamasi sistemik. Dalam konteks tersebut, penggunaan model hewan eksperimental menjadi pendekatan penting untuk memahami perilaku depresi serta keterkaitannya dengan respons biologis yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek paparan stres kronis tidak terprediksi terhadap perilaku menyerupai depresi dan status inflamasi sistemik pada tikus. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan tikus jantan Sprague Dawley, yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol normal dan kelompok tikus terpapar stres kronis. Metode paparan stress merupakan metode stress kronis yang dimodifikasi dari beberapa penelitia sebelumnya. Kelompok stres dipaparkan empat jenis stresor secara acak satu kali setiap hari selama 28 hari untuk mencegah adaptasi terhadap stres. Perilaku menyerupai depresi dievaluasi melalui uji <em>nest building</em> dan uji <em>spontaneous grooming</em>, yang merefleksikan tingkat motivasi, perilaku perawatan diri, serta kondisi afektif hewan. Status inflamasi sistemik dinilai melalui pengukuran rasio neutrofil terhadap limfosit dari darah perifer. Analisis statistik dilakukan untuk membandingkan antara kelompok kontrol dan kelompok stres. <strong>Hasil: </strong>Paparan stres kronis tidak terprediksi menyebabkan gangguan perilaku yang nyata pada tikus. Tikus kelompok stres menunjukkan penurunan signifikan skor <em>nest building</em>, mengindikasikan berkurangnya motivasi dan perilaku berorientasi tujuan. Tikus stress menunjukkan peningkatan waktu latensi <em>grooming</em> disertai penurunan durasi <em>grooming</em>, mengindikasikan gangguan perilaku perawatan diri. Kelompok stres juga menunjukkan peningkatan rasio neutrofil terhadap limfosit, menunjukkan aktivasi respons inflamasi sistemik akibat stres berkepanjangan. <strong>Kesimpulan: </strong>Temuan ini menunjukkan bahwa paparan stres kronis tidak terprediksi mampu menginduksi perubahan perilaku menyerupai depresi yang disertai dengan peningkatan marker inflamasi perifer pada tikus. Hasil ini memperkuat validitas model stres kronis sebagai pendekatan eksperimental untuk merepresentasikan keterkaitan antara disfungsi perilaku dan disregulasi imun yang berasosiasi dengan kondisi depresi</p> 2026-01-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/258 Efektivitas Pijat Effleurage terhadap Nyeri Dismenore Primer pada Remaja: Tinjauan Literatur 2025-12-01T00:30:57+00:00 Made Amanda Cipta Dewi amandaciptad@gmail.com Made Ririn Sri Wulandari r.sri.wulandari@undiksha.ac.id Komang Alit Suryasmini alitsuryasmini85@gmail.com <p><strong>Latar belakang:</strong> Dismenore merupakan keluhan ginekologis yang paling sering dialami remaja dan menyebabkan nyeri siklik, ketidaknyamanan, keterbatasan aktivitas, serta penurunan kualitas hidup. Keterbatasan penggunaan obat pereda nyeri mendorong perlunya terapi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Salah satu teknik yang digunakan adalah pijat effleurage, yang bekerja melalui relaksasi otot dan stimulasi mekanoreseptor sehingga membantu mengurangi nyeri. <strong>Tujuan:</strong> Mengidentifikasi efektivitas pijat effleurage dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja melalui tinjauan literatur. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan pencarian sistematis pada basis data Google Scholar dan Garuda untuk publikasi tahun 2021–2025. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, skrining, penilaian kelayakan, dan inklusi. Artikel diikutsertakan jika memenuhi kriteria remaja dengan dismenore primer, menggunakan intervensi effleurage, memiliki desain eksperimen atau quasi-eksperimen, tersedia dalam teks lengkap, dan melaporkan luaran intensitas nyeri. Sebanyak 14 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan sintesis naratif. <strong>Hasil:</strong> Seluruh artikel menunjukkan bahwa pijat effleurage efektif menurunkan nyeri dismenore, baik sebagai intervensi tunggal maupun kombinasi. Intervensi ini juga meningkatkan relaksasi tanpa ditemukan efek samping. <strong>Simpulan:</strong> Pijat effleurage merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan efektif mengurangi nyeri dismenore pada remaja, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari manajemen nyeri menstruasi.</p> 2026-01-07T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/280 Hubungan Rumah Sehat dengan Kejadian ISPA pada Bayi yang Menyusu di Wilayah Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang 2025-12-24T03:41:57+00:00 Sri Hartini srihartini2811@gmail.com Rima Septiani rimaseptiani9102@gmail.com Yunita Eliyani yunitaeliyani2@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada bayi, terutama pada bayi yang masih menyusui. Faktor lingkungan, seperti debu, ventilasi yang buruk, asap rokok, dan kepadatan hunian, dapat meningkatkan risiko kejadian ISPA pada bayi. Rumah sehat, yang mengacu pada kondisi hunian yang memenuhi standar kesehatan, diyakini dapat berperan dalam pencegahan ISPA pada bayi. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian bertujuan untuk mengkaji hubungan rumah sehat dengan kejadian penyakit ISPA pada bayi yang menyusu.<strong> Metode: </strong>Desain penelitian yang digunakan adalah <em>cross-sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang berkunjung atau berobat pada bulan April- Mei tahun 2024 dengan sampel sebanyak 30 responden.&nbsp; Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orangtua mengenai kondisi rumah dan catatan medis bayi terkait kejadian ISPA. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square untuk melihat hubungan antara variabel-variabel rumah sehat dengan kejadian ISPA.<strong> Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara debu (p=0,002), ventilasi (p=0,009), asap rokok (p=0,026), dan kepadatan hunian (p=0,024) dengan kejadian ISPA pada bayi yang menyusui. Faktor-faktor tersebut berperan penting dalam meningkatkan risiko ISPA pada bayi di wilayah tersebut. <strong>Kesimpulan: </strong>Kondisi rumah yang tidak memenuhi standar sehat, seperti adanya debu, ventilasi yang buruk, paparan asap rokok, dan kepadatan hunian yang tinggi, dapat meningkatkan risiko kejadian ISPA pada bayi yang masih menyusui. Oleh karena itu, upaya peningkatan kondisi rumah sehat perlu dilakukan untuk menurunkan kejadian ISPA pada bayi.</p> 2026-01-20T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/253 Gambaran Kejadian Diare pada Anak di Puskesmas Poasia Kota Kendari 2025-11-12T01:18:31+00:00 Kamrin kamrinwuna@gmail.com La Ode Liaumin Azim alymelhamed09@uho.ac.id <p><strong>Latar Belakang: </strong>Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama pada anak, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian balita. Kondisi lingkungan yang kurang sehat dan kebersihan perorangan yang rendah, menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya diare. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus diare pada anak berdasarkan karakteristik orang, tempat, dan waktu di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari<strong>. Metode: </strong>Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari laporan kasus diare anak di Puskesmas Poasia Kota Kendari tahun 2025. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi kasus berdasarkan usia, jenis kelamin, wilayah tempat tinggal, dan waktu kejadian<strong>. Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus diare terjadi pada kelompok usia balita (2 tahun) sebesar 27,4%, dengan distribusi kasus lebih banyak pada anak perempuan (57,0%) dibanding perempuan (43,0%). Berdasarkan wilayah tempat tinggal, kasus diare terbanyak ditemukan di Kelurahan Andounuhu (28,8%), sedangkan berdasarkan waktu kejadian, peningkatan kasus terlihat pada bulan Januari–Maret. <strong>Simpulan: </strong>Kejadian diare pada anak di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari masih relatif tinggi, terutama pada kelompok usia balita dan pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. oleh karena itu perlu peningkatan upaya promosi kesehatan, perbaikan sanitasi lingkungan, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.</p> 2026-01-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/272 Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional Pada Mahasiswa: Scoping Review 2025-12-16T06:17:56+00:00 Ni Kadek Mawar Aries Sunday mawarariessunday@gmail.com Wigutomo Gozali mawarariessunday@gmail.com Putu Handi Partiwi mawarariessunday@gmail.com <p>pencernaan fungsional yang sering ditemukan pada kelompok usia muda, termasuk mahasiswa. Kondisi ini ditandai dengan keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, cepat kenyang, serta perasaan penuh di perut tanpa adanya kelainan organik yang jelas. Pada mahasiswa, kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional kerap dikaitkan dengan perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang tidak teratur, kualitas tidur yang buruk, serta meningkatnya tekanan akademik dan stres psikologis. Apabila tidak ditangani secara tepat, Sindrom Dispepsia Fungsional dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta menurunkan performa akademik mahasiswa. <strong>Tujuan: </strong>Untuk memetakan faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional pada mahasiswa berdasarkan bukti ilmiah terkini. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain scoping review dengan penelusuran literatur pada basis data PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar. Pencarian artikel dibatasi pada publikasi yang terbit dalam rentang tahun 2020–2025. Strategi pencarian menggunakan kombinasi kata kunci &nbsp;“<em>functional dyspepsia, risk factors, associated factors, university students”</em>. Artikel yang diperoleh diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional pada mahasiswa. <strong>Hasil: </strong>Penelusuran literatur menemukan sebanyak 52.168 artikel, dan setelah melalui proses seleksi diperoleh 16 studi yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Sebagian besar studi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara faktor risiko tertentu dengan kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional pada mahasiswa. <strong>Kesimpulan: </strong>Berdasarkan hasil scoping review terhadap 16 artikel ilmiah, dapat disimpulkan bahwa kejadian sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa berkaitan erat dengan pola makan tidak teratur, tingkat stres dan kecemasan yang tinggi, serta kualitas tidur yang buruk.</p> 2026-01-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/194 Hubungan Pola Makan, Sedentary Lifestyle dan Durasi Tidur Dengan Kejadian Gizi lebih Pada Remaja Di SMA Negeri 9 Kendari Tahun 2024 2025-10-09T05:32:52+00:00 findri findriyanti ffindriyati@gmail.com Wa Ode Salma waode.salma@uho.ac.id Devi Savitri Effendy devisavitri_fkm@uho.ac.id La Ode Muhamad Sety setyuho@gmail.com Hariati Lestari haryati.lestari@uho.ac.id Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali resoctaviani@gmail.com <p><strong>Latar belakang:</strong> Gizi lebih terjadi karena berbagai hal, tapi yang utama adalah ketidakseimbangan energi. Di Provinsi Sulawesi Tenggara, pada tahun 2023, jumlah remaja berusia 13-15 tahun yang mengalami overweight dan obesitas masing-masing adalah 9,0% dan 2,9%. <strong>Tujuan:</strong> penelitian ini ingin mencari tahu bagaimana pola makan, gaya hidup tidak aktif, dan waktu tidur berhubungan dengan masalah gizi lebih pada remaja. <strong>Metode:</strong> penelitian ini menggunakan cara observasional analitik dengan desain cross sectional. Ada 278 responden yang menjadi sampel yang dipilih dengan teknik pemilihan acak sederhana. Untuk analisis datanya, digunakan uji Chi-square. <strong>Hasil:</strong> menunjukkan bahwa pola makan (nilai <em>p</em> = 0,003), gaya hidup tidak aktif (nilai <em>p</em> = 0,021), dan waktu tidur (nilai <em>p</em> = 0,026) semuanya lebih kecil dari nilai <em>p</em> = 0,05. <strong>Kesimpulan:</strong> ada hubungan antara pola makan, gaya hidup tidak aktif, dan waktu tidur dengan masalah gizi lebih pada remaja. Sebaiknya, remaja harus menjaga pola makan yang sehat dengan mengurangi makanan yang tinggi kalori, lebih aktif bergerak untuk mengurangi gaya hidup tidak aktif, dan memastikan waktu tidur yang cukup untuk mendukung kesehatan. Dengan menjalani kebiasaan sehat secara teratur, remaja bisa mencegah masalah gizi lebih dan mencapai pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan.</p> 2026-01-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/297 Karakterisasi dan Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Propolis Trigona Itama terhadap Bakteri Propionibacterium acnes 2026-01-10T08:06:05+00:00 Wahyu Ramadhan wahyu.ramadhan3049@gmail.com Veni Dwi Lestari wahyu.ramadhan@univrab.ac.id Dela Agung Septriady wahyu.ramadhan@univrab.ac.id Sabrina Hayati wahyu.ramadhan@univrab.ac.id <p><strong>Latar Belakang: </strong>Jerawat merupakan salah satu masalah dermatologis yang sering dijumpai dan berhubungan dengan kolonisasi bakteri anaerob gram positif <em>Propionibacterium acnes</em> pada folikel sebasea. Penggunaan terapi antimikroba sintetis jangka panjang dapat menimbulkan efek samping dan resistensi, sehingga diperlukan alternatif alami yang lebih aman. Propolis yang berasal dari lebah <em>Trigona itama</em> diketahui memiliki aktivitas antibakteri, tetapi kelarutannya yang rendah membatasi efektivitas terapeutiknya. Teknologi nanoemulsi berpotensi meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan bioavailabilitas senyawa bioaktif dalam propolis. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengarakterisasi formulasi nanoemulsi ekstrak etanol propolis <em>Trigona itama</em> dan mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap <em>Propionibacterium acnes. </em><strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group. Nanoemulsi disusun dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol <em>Trigona itama</em> dan diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi agar dengan mengukur diameter zona hambat terhadap <em>Propionibacterium acnes</em>. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tamhane untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan.<strong> Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi nanoemulsi memberikan efek antibakteri yang kuat dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 20,05 mm, 22,01 mm, dan 24,05 mm. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p &lt; 0,05), yang mengindikasikan peningkatan aktivitas antibakteri seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak dalam nanoemulsi.&nbsp; <strong>Kesimpulan: </strong>nanoemulsi ekstrak etanol propolis <em>Trigona itama</em> memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap <em>Propionibacterium acnes</em> dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif alami untuk terapi jerawat.</p> 2026-01-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/269 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingginya Kasus HIV/AIDS pada Kelompok Beresiko Lelaki Seks Lelaki di RSUD Kota Kendari 2025-12-10T04:49:03+00:00 Safrina rinasafrina1989@gmail.com Wa Ode Salma rinasafrina1989@gmail.com Adius Kusnan rinasafrina1989@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) merupakan populasi kunci yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS. Di Kota Kendari, khususnya di RSUD Kota Kendari, kasus HIV di kalangan LSL tinggi dan berfluktuasi. Faktor-faktor seperti perilaku seksual berisiko, rendahnya pengetahuan tentang HIV/AIDS, terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan, status gizi, dan stigma diduga berkontribusi terhadap tingginya prevalensi ini, tetapi belum diteliti secara komprehensif di wilayah tersebut. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya kasus HIV/AIDS pada kelompok berisiko LSL di RSUD Kota Kendari<strong>. Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 75 kasus (LSL HIV-positif) dan 75 kontrol (LSL HIV-negatif) yang dipilih secara acak sistematis di RSUD Kota Kendari. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda<strong>. Hasil: </strong>Analisis multivariat menunjukkan bahwa perilaku seksual berisiko (p=0,000), pengetahuan rendah tentang HIV/AIDS (p=0,001), akses layanan kesehatan yang terbatas (p=0,002), dan stigma (p=0,005) secara signifikan berpengaruh terhadap tingginya kasus HIV pada kelompok LSL. Namun, status gizi (p=0,250) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Di antara faktor-faktor tersebut, perilaku seksual berisiko merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi tingginya kasus HIV. <strong>Kesimpulan: </strong>Tingginya angka kasus HIV pada pria yang aktif secara seksual (LSL) di RSUD Kota Kendari sangat dipengaruhi oleh perilaku seksual berisiko, rendahnya pengetahuan tentang HIV/AIDS, terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan, dan stigma. Intervensi pencegahan dan pengobatan HIV pada LSL perlu berfokus pada edukasi tentang perilaku seksual yang aman, peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi, penyediaan layanan kesehatan yang ramah dan mudah diakses, serta pengurangan stigma dan diskriminasi di masyarakat dan fasilitas kesehatan</p> 2026-01-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/288 Implementasi Promosi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bagi Karyawan Perusahaan Xx di Lampung Tahun 2025 2026-01-01T07:07:57+00:00 Yeni Rosita yenirosi74@gmail.com Wibowo Ady Sapta yeni_rosita@poltekkes-tjk.ac.id <p><strong>Latar Belakang: </strong>Salah satu perusahaan pengolahan singkong menjadi tepung tapioka yang juga merupakan lahan praktik mahasiswa Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kesehatan Lingkungan memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Namun, implementasinya masih menghadapi kendala yang berpengaruh terhadap efektivitas. Survei awal mencatat 22 kasus kecelakaan kerja sepanjang tahun 2024, dengan sebagian pekerja mengaku tidak nyaman menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sehingga enam dari sepuluh pekerja yang diwawancarai tidak menggunakannya secara lengkap. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi promosi K3 berdasarkan kerangka <strong><em>Ottawa</em></strong> <strong><em>Charter</em></strong> serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. <strong>Metode: </strong>penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi, dengan pemilihan subjek menggunakan <strong><em>purposive</em></strong> <strong><em>sampling. </em></strong><strong>Hasil </strong>penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 telah menegaskan komitmen perusahaan melalui kebijakan penggunaan APD. Namun, masih diperlukan penguatan dalam aspek lingkungan kerja, layanan promotif–preventif, pemerataan pelatihan, serta peningkatan partisipasi pekerja untuk membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. <strong>Kesimpulan: </strong>penerapan K3 sudah berjalan namun masih memerlukan perbaikan pada aspek lingkungan, promosi preventif, pelatihan, dan keterlibatan pekerja</p> 2026-01-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/263 Dampak Malnutrisi Terhadap Sistem Saraf Motorik Pada Anak 2025-12-06T02:11:43+00:00 Dzikra Bilqis Khairunnisa dzikrabilqis1@student.upi.edu Nissa Amelia popisopiah@upi.edu Nurlaila Ramadhani popisopiah@upi.edu Deppany Seladesh popisopiah@upi.edu Dela Nurlita Sari popisopiah@upi.edu Devano Qimico Camilo popisopiah@upi.edu Popi Sopiah popisopiah@upi.edu <p><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="auto"><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">L</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">atar&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">belakang</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">:</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="auto"><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="none"><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">Malnutrisi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">adalah</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">kondisi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">dimana</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">jumlah</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">maupun</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">kualitas</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">nutrisi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">tidak</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">seimbang</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">dengan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">kebutuhan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">tubuh</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">,&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">baik</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">kekurangan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">maupun</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">kelebihan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;yang&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">berdampak</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;pada&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">kesehatan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">tubuh</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">. Pada&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">anak</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">,&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">kondisi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">malnutrisi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">tidak</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">hanya</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">memengaruhi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">pertumbuhan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">fisik</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">,&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">tetapi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;juga&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">berdampak</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;pada&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">perkembangan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">sistem</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">saraf</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">,&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">termasuk</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">sistem</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">saraf</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;motorik</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">.&nbsp;</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="auto"><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="auto"><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">Tujuan:&nbsp;</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="none"><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">Penelitian</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">ini</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">bertujuan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">untuk</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">menganalisis</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">dampak</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">malnutrisi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">terhadap</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">perkembangan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">sistem</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">saraf</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;motorik pada&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">anak</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="auto"><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">Metode:&nbsp;</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="none"><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">Metode yang&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">digunakan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">adalah</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;literature review.&nbsp;</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="ID" xml:lang="ID" data-contrast="none"><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">Peneliti menggunakan dua database dalam menyusun literature review diantaranya adalah Google Scholar dan Semantic Scholar.</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="auto"><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="auto"><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">Hasil:</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="auto"><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span></span><span class="TextRun SCXW239366961 BCX0" lang="EN-US" xml:lang="EN-US" data-contrast="none"><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">Hasil&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">penelitian</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">mengindikasikan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">bahwa</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">malnutrisi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">,&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">memiliki</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">dampak</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;yang&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">signifikan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">terhadap</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">keterlambatan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">dalam</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">perkembangan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;motorik pada&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">anak-anak</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">,&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">khususnya</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">melalui</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">masalah</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">dalam</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">pengiriman</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">sinyal</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">saraf</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;dan proses&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">pembentukan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">mielin</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">. Di&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">sisi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;lain, di&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">kalangan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">kelompok</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">dengan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;status&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">sosial-ekonomi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">menengah</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">,&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">pengaruh</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">tersebut</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">tidak</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">terlihat</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">signifikan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">.</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;Kesimpulan:&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">Malnutrisi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">berkontribusi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;pada&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">gangguan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">perkembangan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;motorik&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">anak</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">,&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">terutama</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;pada&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">kelompok</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;yang&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">rentan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">,&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">sehingga</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">pemenuhan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">gizi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;dan&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">stimulasi</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;motorik&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">sejak</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">dini</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">&nbsp;sangat&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW239366961 BCX0">diperlukan</span><span class="NormalTextRun SCXW239366961 BCX0">.</span></span><span class="EOP SCXW239366961 BCX0" data-ccp-props="{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:-104,&quot;335559737&quot;:-108}">&nbsp;</span></p> 2026-01-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna