Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Personal Higiene dengan Gejala Skabies pada Santri di Pesantren Ummul Qurra Cendana Kendari
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i3.360Kata Kunci:
Gejala Skabies, Kepadatan Hunian, Sanitasi Lingkungan, Santri, Personal HigieneAbstrak
Latar Belakang: Skabies merupakan penyakit kulit menular yang banyak ditemukan pada lingkungan hunian padat seperti pondok pesantren dan dipengaruhi oleh faktor sanitasi, higiene personal serta kepadatan hunian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi, personal higiene, dan kepadatan hunian dengan gejala skabies pada santri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi berjumlah 122 santri dengan sampel 93 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Data dikumpulkan melalui pengisisan kuesioner dan observasi. Analisis data dilakukan secara univarit dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara sanitasi dengan gejala skabies (p=0,022) dan terdapat hubungan antara personal higiene dengan gejala skabies (p=0,003). Kepadatan hunian tidak diuji secara bivariat karena data bersifat homogen (100% padat), yang mengindikasikan seluruh santri terpapar pada risiko kepadatan hunian yang sama. Kesimpulan: Kondisi sanitasi dan personal higiene berhubungan dengan gejala skabies pada santri, sehingga diperlukan upaya peningkatan sanitasi lingkungan dan pembiasaan perilaku personal higiene yang baik untuk mencegah kejadian skabies di lingkungan pesantren
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







