Gambaran Jenis dan Lokasi Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) yang Ditangani Di Kota Kendari Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i3.339Kata Kunci:
HPR, GHPR, Gigitan, Ajing, KucingAbstrak
Latar Belakang: Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditularkan ke manusia melalui gigitan atau goresan atau jilatan (pada kulit yang rusak atau selaput lendir) dari hewan yang terinfeksi. Rabies telah endemis di berbagai daerah di Indonesia. Jika kasus rabies tidak ditangani, gigitan hewan rabies dapat menyebabkan kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang jenis hewan penular rabies (HPR) yang menyebabkan kasus gigitan hewan penular rabies (RTAB) di Kota Kendari pada periode 1 Januari – 30 Desember 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah pasien yang mengalami Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) sebanyak 224 kasus. Semua penderita yang mengalami GHPR berpartisipasi sebagai sampel dalam penelitian ini. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non random sampling yaitu total sampel. Pengumpulan data dengan menggunakan survey dan wawancara. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel yang disertai dengan narasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis HPR adalah anjing sebanyak 72,8% dan kucing sebanyak 26,2% dengan lokasi gigitan HPR paling banyak adalah kaki yaitu sebanyak 44,4% dan tangan 35,4% sedangkan lokasi gigitan HPR yang paling sedikit adalah tangan dan leher yaitu masing-masing sebesar 0,4%. Kesimpulan: jenis HPR penyabab kasus GHPR di Kota Kendari tahun 2024 adalah anjing dengan lokasi gigitan yang paling sering adalah kaki
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







