Determinan Faktor Sosial dan Klinis yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo

Penulis

  • Putu Ayu Sawitri Universitas Halu Oleo
  • Wa Ode Salma Magister Kesehatan masyarakat, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Jumakil Jurusan Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i2.361

Kata Kunci:

HIV/AIDS, Klinis, Sosial, TB Paru

Abstrak

Latar Belakang: HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang meningkatkan risiko infeksi oportunistik, termasuk tuberkulosis (TB) paru. Penurunan sistem imun pada pasien HIV menyebabkan meningkatnya kerentanan terhadap TB yang berkontribusi pada tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial (pengetahuan dan pekerjaan) serta faktor klinis (stadium klinis HIV/AIDS, kadar hemoglobin, status gizi, viral load, dan kepatuhan terapi antiretroviral/ARV) dengan kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 88 responden yang terdiri dari 44 kasus (HIV dengan TB paru) dan 44 kontrol (HIV tanpa TB paru). Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik multivariat. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan seluruh variabel berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru, yaitu pengetahuan (OR=3,200; p=0,017), pekerjaan (OR=3,852; p=0,005), stadium klinis (OR=10,219; p=0,000), kadar hemoglobin (OR=4,143; p=0,003), status gizi (OR=7,286; p=0,000), viral load (OR=5,800; p=0,000), dan kepatuhan ARV (OR=7,111; p=0,000). Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan adalah stadium klinis (p=0,021), kadar hemoglobin (p=0,047), status gizi (p=0,049), viral load (p=0,013), dan kepatuhan ARV (p=0,005), sedangkan pengetahuan dan pekerjaan tidak signifikan. Variabel viral load merupakan faktor paling dominan dengan nilai Exp(B)=7,859. Kesimpulan: kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS dipengaruhi oleh faktor klinis dan perilaku, dengan viral load sebagai faktor dominan. Pengendalian viral load melalui kepatuhan terapi ARV, serta perbaikan status gizi dan kondisi klinis pasien menjadi langkah penting dalam pencegahan TB paru.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-13

Cara Mengutip

Sawitri, P. A., Salma, W. O. dan Jumakil (2026) “Determinan Faktor Sosial dan Klinis yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo”, Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna, 5(2), hlm. 328–340. doi: 10.69677/avicenna.v5i2.361.