Evaluasi Pengelolaan Limbah Cair Di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i2.346Kata Kunci:
Limbah Cair Rumah Sakit, IPAL, Pengelolaan LingkunganAbstrak
yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik.
RSUD Bahteramas sebagai rumah sakit rujukan di Provinsi Sulawesi Tenggara
menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar sehingga memerlukan sistem pengelolaan
yang efektif melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah cair di RSUD Bahteramas ditinjau
dari aspek input, proses, dan output. Metode: Penelitian ini menggunakan desain
kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami secara
mendalam praktik pengelolaan limbah cair di lapangan. Informan dalam penelitian
berjumlah 6 orang yang terdiri dari informan kunci dan pendukung, dipilih menggunakan
teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan dan pengalaman dalam pengelolaan
limbah cair. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan
telaah dokumen. Analisis data menggunakan analisis tematik melalui tahapan transkripsi,
reduksi data, pengkodean, kategorisasi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan
dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil: secara umum tahapan pengelolaan
limbah cair telah mengikuti standar operasional prosedur, mulai dari sumber limbah,
pengaliran melalui bak kontrol, hingga pengolahan di IPAL. Namun, pada aspek input
masih terdapat kendala seperti keterbatasan kapasitas IPAL yang tidak sebanding dengan
jumlah tempat tidur, keterbatasan anggaran, serta kurangnya tenaga operator yang
kompeten. Pada aspek proses, pengelolaan telah berjalan sesuai perencanaan meskipun
masih bersifat jangka pendek. Sementara itu, pada aspek output, kualitas limbah cair
sebagian besar telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan, didukung dengan sistem
dokumentasi yang baik. Kesimpulan: pengelolaan limbah cair di RSUD Bahteramas
tergolong cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan pada kapasitas IPAL,
penguatan sumber daya manusia, saran penguatan kompetensi SDM melalui pelatihan,
pengawasan berkelanjutan, dan perencanaan anggaran yang memadai untuk memastikan
efektivitas pengelolaan, keberlanjutan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







