Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Petani Perempuan di Kecamatan Passi Timur
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i2.344Kata Kunci:
Kelelahan Kerja, Usia, Durasi Kerja, Beban KerjaAbstrak
namun mereka rentan mengalami kelelahan kerja akibat beban kerja fisik yang berat,
durasi kerja yang panjang, faktor usia, serta peran ganda sebagai pekerja dan ibu rumah
tangga. Kelelahan kerja yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak pada
penurunan produktivitas, meningkatnya risiko gangguan kesehatan, dan menurunnya
kualitas hidup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, durasi
kerja, dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada petani padi perempuan di Kecamatan
Passi Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain
observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah
seluruh petani padi perempuan di Kecamatan Passi Timur. Sampel berjumlah 60
responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data
dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dan bivariat
menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan aplikasi SPSS Statistics 21. Hasil: Hasil
analisis menunjukkan bahwa umur (p = 0,001), Durasi kerja, (p = 0,018) beban kerja (p=
0,005). Kesimpulan: Usia, durasi kerja, dan beban kerja berhubungan dengan kelelahan
kerja pada petani padi perempuan di Kecamatan Passi Timur. Oleh karena itu, diperlukan
upaya pencegahan melalui pengaturan waktu kerja, pengurangan beban kerja, serta
penerapan prinsip ergonomi untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan petani
perempuan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







