Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Provinsi dengan Prevalensi Tertinggi di Indonesia: Analisis Data SKI 2023

Penulis

  • Yuni Rahmawati Prodi Ilmu Kesehatan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi, Indonesia
  • Muhammad Syukri Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi
  • Hendra Dhermawan S Prodi Ilmu Kesehatan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi, Indonesia
  • RD. Halim Prodi Ilmu Kesehatan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi, Indonesia
  • Kadar Ramadhan Poltekkes Kemenkes Palu, Palu, Indonesia
  • Fahrul Islam Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Mamuju, Mamuju, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i2.343

Kata Kunci:

Diabetes Melitus Tipe 2, Faktor Risiko, SKI 2023, DKI Jakarta

Abstrak

Latar Belakang: DM tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah dengan prevalensi DM tertinggi berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko DM tipe 2 pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi DKI Jakarta, menggunakan data SKI 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data bersumber dari data SKI 2023, dengan jumlah sampel sebanyak 24.454 responden yang berusia ≥ 15 tahun di Provinsi DKI Jakarta. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan bobot sampel dan desain Complex Samples. Analisis meliputi analisis univariat untuk mengetahui karakteristik responden, analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Squares serta analisis multivariat dilakukan menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda, faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian DM tipe 2, yaitu usia dan hipertensi (p < 0,001). Individu berusia ≥ 45 tahun memiliki risiko 11,35 kali lebih besar mengalami DM tipe 2 dibandingkan individu berusia < 45 tahun (OR adjusted 11,35; 95% CI: 5,20–24,78). Selain itu, individu dengan hipertensi memiliki risiko 2,99 kali lebih besar mengalami DM tipe 2 dibandingkan individu yang tidak hipertensi (OR adjusted 2,99; 95% CI: 2,00–4,47). Kesimpulan: Usia dan hipertensi merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi DKI Jakarta. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan deteksi dini terutama pada kelompok usia berisiko serta pada individu dengan hipertensi melalui peningkatan skrining dan pengendalian faktor risiko.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-13

Cara Mengutip

Rahmawati, Y., Muhammad Syukri, Dhermawan Sitanggang, H., Halim, R., Ramadhan, K. dan Islam, F. (2026) “Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Provinsi dengan Prevalensi Tertinggi di Indonesia: Analisis Data SKI 2023”, Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna, 5(2), hlm. 257–267. doi: 10.69677/avicenna.v5i2.343.