Teknologi Bioprinting 3D dalam Bedah Rekonstruktif: Dari Desain Digital ke Regenerasi Jaringan
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i1.320Kata Kunci:
Bioprinting 3D, bedah rekonstruktif, regenerasi jaringan, desain digitalAbstrak
Pendahuluan: Perkembangan teknologi bioprinting tiga dimensi (3D) membuka peluang besar dalam rekonstruksi jaringan spesifik pasien. Namun, pencapaian presisi anatomi dan fungsi biologis secara simultan masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan desain digital berbasis pencitraan medis dengan pendekatan bioprinting 3D translational untuk menghasilkan konstruksi jaringan yang presisi dan fungsional. Metode: Penelitian eksperimental translational dilakukan melalui rekonstruksi anatomi berbasis CT/MRI, perancangan CAD, formulasi bioink berbasis GelMA alginate dECM yang diperkaya sel autolog, proses bioprinting ekstrusi, kultur dinamis, serta evaluasi biologis dan fungsional secara in vitro dan in vivo. Parameter yang dianalisis meliputi presisi geometrik, viabilitas sel, sifat mekanik, ekspresi gen, dan kinerja regenerasi jaringan. Hasil: Konstruksi jaringan menunjukkan presisi anatomi tinggi (deviasi 0,42 ± 0,11 mm), viabilitas sel pasca cetak >95%, serta sifat mekanik mendekati jaringan alami. Terjadi peningkatan signifikan ekspresi kolagen I, kolagen III, dan VEGF yang mengindikasikan maturasi jaringan dan angiogenesis. Implantasi in vivo memperlihatkan percepatan penutupan luka (89,5 ± 4,2% pada minggu ke 4), vaskularisasi tinggi, dan respons inflamasi minimal. Pembahasan: Integrasi desain digital dan bioprinting 3D terbukti meningkatkan kualitas rekonstruksi jaringan dan potensi translasi klinis, membuka arah baru bagi pengembangan terapi regeneratif presisi yang menjanjikan untuk masa depan bedah rekonstruktif.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







