Pengaruh Edukasi Telenursing Terhadap Pengetahuan Kader Posyandu Tentang Kepatuhan Terapi Diabetes Melitus dan Hipertensi di Desa Panji
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i1.303Kata Kunci:
edukasi telenursing, kader posyandu, kepatuhan terapi, diabetes melitus, hipertensiAbstrak
Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada penatalaksanaan penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Prevalensi kedua penyakit tersebut di Indonesia masih tergolong tinggi, sementara tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang masih rendah sehingga berisiko menimbulkan komplikasi. Kader posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat komunitas, namun keterbatasan pengetahuan dan pemanfaatan teknologi digital menyebabkan peran tersebut belum optimal. Edukasi telenursing menjadi salah satu pendekatan inovatif yang berpotensi meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam mendukung kepatuhan terapi pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi telenursing terhadap pengetahuan kader posyandu tentang kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi di Desa Wisata Panji. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 68 kader posyandu yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan kader posyandu setelah diberikan edukasi telenursing. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan posttest, yang menandakan bahwa edukasi telenursing berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu mengenai kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi. Kesimpulan: Edukasi telenursing berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu dalam mendukung kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi. Intervensi ini dapat digunakan sebagai strategi efektif untuk memperkuat peran kader dalam pengelolaan penyakit kronis di tingkat komunitas.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







