Paparan Stresor Tidak Terprediksi Secara Kronis Meningkatkan Perilaku Depresi dan Rasio Neutrofil Limfosit Tikus

Penulis

  • Fajar Islam Sitanggang Program Studi Biologi, Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia
  • Elpita Tarigan Program Studi Biology, Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia
  • Sindi Farhana

DOI:

https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i1.284

Kata Kunci:

Nest building, perilaku depresi, rasio neutrofil, spontaneous grooming

Abstrak

Latar Belakang: Stres kronis telah diakui sebagai faktor penting pada gangguan depresi, Dampaknya tidak hanya pada aspek perilaku tetapi juga pada fungsi fisiologis. Paparan stres yang berlangsung lama dapat mengganggu regulasi emosi dan motivasi, memicu perubahan pada sistem imun memebentuk kondisi inflamasi sistemik. Dalam konteks tersebut, penggunaan model hewan eksperimental menjadi pendekatan penting untuk memahami perilaku depresi serta keterkaitannya dengan respons biologis yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek paparan stres kronis tidak terprediksi terhadap perilaku menyerupai depresi dan status inflamasi sistemik pada tikus. Metode: Penelitian ini menggunakan tikus jantan Sprague Dawley, yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol normal dan kelompok tikus terpapar stres kronis. Metode paparan stress merupakan metode stress kronis yang dimodifikasi dari beberapa penelitia sebelumnya. Kelompok stres dipaparkan empat jenis stresor secara acak satu kali setiap hari selama 28 hari untuk mencegah adaptasi terhadap stres. Perilaku menyerupai depresi dievaluasi melalui uji nest building dan uji spontaneous grooming, yang merefleksikan tingkat motivasi, perilaku perawatan diri, serta kondisi afektif hewan. Status inflamasi sistemik dinilai melalui pengukuran rasio neutrofil terhadap limfosit dari darah perifer. Analisis statistik dilakukan untuk membandingkan antara kelompok kontrol dan kelompok stres. Hasil: Paparan stres kronis tidak terprediksi menyebabkan gangguan perilaku yang nyata pada tikus. Tikus kelompok stres menunjukkan penurunan signifikan skor nest building, mengindikasikan berkurangnya motivasi dan perilaku berorientasi tujuan. Tikus stress menunjukkan peningkatan waktu latensi grooming disertai penurunan durasi grooming, mengindikasikan gangguan perilaku perawatan diri. Kelompok stres juga menunjukkan peningkatan rasio neutrofil terhadap limfosit, menunjukkan aktivasi respons inflamasi sistemik akibat stres berkepanjangan. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa paparan stres kronis tidak terprediksi mampu menginduksi perubahan perilaku menyerupai depresi yang disertai dengan peningkatan marker inflamasi perifer pada tikus. Hasil ini memperkuat validitas model stres kronis sebagai pendekatan eksperimental untuk merepresentasikan keterkaitan antara disfungsi perilaku dan disregulasi imun yang berasosiasi dengan kondisi depresi

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-28

Cara Mengutip

Sitanggang, F. I., Elpita Tarigan dan Sindi Farhana (2026) “Paparan Stresor Tidak Terprediksi Secara Kronis Meningkatkan Perilaku Depresi dan Rasio Neutrofil Limfosit Tikus”, Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna, 5(1), hlm. 181–193. doi: 10.69677/avicenna.v5i1.284.