Pengaruh Wellnes Intervention Terapi Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Kanker Dengan Kemoterapi
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i1.274Kata Kunci:
terapi relaksasi, otot progresif, kanker, kemoterapiAbstrak
Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Di Indonesia angka kejadian kasus meningkat mencapai 396.914 kasus dengan total kematian sebanyak 234.511 kasus pada tahun 2020. Faktor risiko termasuk mutasi genetik, usia, merokok, dan paparan bahan berbahaya. Penatalaksanaan kanker dapat dilakukan melalui pembedahan atau pembedahan, kemoterapi, radioterapi, terapi biologis sistem kekebalan tubuh dengan cara menggunakan agen biologis. Mual, muntah, cemas dan tegang, kelelahan, melemahnya sistem kekebalan tubuh, peningkatan risiko infeksi, suasana hati. perubahan, depresi, dan perasaan putus asa akibat kemoterapi pada pasien kanker dapat diberikan intervensi nonfarmakologis berupa teknik relaksasi otot progresif. Metode penelitian scoping review mengenai wellness intervention dan terapi otot progresif pada pasien kanker kemoterapi melibatkan pencarian sumber relevan, seleksi berdasarkan abstrak, analisis jenis penelitian dan intervensi, serta penyusunan ringkasan temuan kunci. Kriteria inklusi dan eksklusi diaplikasikan dengan cermat, menghasilkan 5 artikel yang memenuhi syarat untuk analisis kualitatif. Hasil penelitian mencakup karakteristik artikel yang berasal dari berbagai jurnal, dengan intervensi berupa teknik rilaksasi otot progresif melalui 15 gerakan dan pemberian kuesioner. Luaran intervensi diharapkan dapat mengurangi kecemasan, mual, muntah, dan stres pada pasien kanker kemoterapi. Ekstraksi data dilakukan untuk menyajikan informasi penting dari artikel-artikel yang relevan. Intervensi wellness dengan terapi otot progresif memberikan manfaat signifikan bagi pasien kanker kemoterapi, termasuk penurunan kecemasan, mengatasi mual, merilekskan tubuh, dan meningkatkan semangat. Peran perawat penting dalam memahami, menerapkan teknik relaksasi, dan memantau respons pasien serta efek samping kemoterapi. Monitoring yang cermat diperlukan untuk evaluasi dan penyesuaian perawatan
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







