Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Tingkat Nyeri dan Kecepatan Pemulihan Fungsional Pasca Sectio Caesarea
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i1.268Kata Kunci:
Mobilisasi Dini, Nyeri, Pemulihan Fungsional, Sectio CaesareaAbstrak
Latar Belakang: Pembedahan sectio caesarea (SC) menimbulkan nyeri yang dapat menyebabkan ketakutan menggerakkan sendi dan membatasi aktivitas sehari-hari ibu. Nyeri post-SC dapat diatasi dengan teknik non-farmakologi, salah satunya mobilisasi dini. Mobilisasi dini penting untuk mengurangi nyeri dan mempercepat pemulihan agar ibu dapat beraktivitas normal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri dan waktu pemulihan fungsional pada pasien post-SC di RS Arafah Anwar Medika, Sidoarjo. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan time series. Sampel sebanyak 34 responden dipilih menggunakan simple random sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi (17 responden) dan kelompok kontrol (17 responden). Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi Numeric Rating Scale (NRS) untuk nyeri dan pencatatan waktu pemulihan fungsional. Data dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil: Sebelum intervensi, seluruh responden mengalami nyeri berat. Setelah mobilisasi dini, seluruh responden kelompok intervensi mengalami nyeri ringan, sementara 14 responden (82,4%) di kelompok kontrol mengalami nyeri sedang. Waktu pemulihan fungsional pada kelompok intervensi seluruhnya 24 jam, sedangkan pada kelompok kontrol 9 responden (52,9%) memerlukan 48 jam. Hasil uji Friedman menunjukkan pengaruh signifikan mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri (sig = 0,000 < 0,05) dan waktu pemulihan fungsional (sig = 0,002 < 0,05). Kesimpulan: Mobilisasi dini efektif mengurangi nyeri post-SC dan mempercepat pemulihan fungsional dengan mengurangi aktivasi mediator kimiawi yang meningkatkan respons nyeri. Intervensi ini membantu pasien kembali beraktivitas normal lebih cepat.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







