Hubungan Pola Makan, Sedentary Lifestyle dan Durasi Tidur Dengan Kejadian Gizi lebih Pada Remaja Di SMA Negeri 9 Kendari Tahun 2024
Hubungan Pola Makan, Sedentary Lifestyle dan Durasi Tidur Dengan Kejadian Gizi lebih Pada Remaja Di SMA Negeri 9 Kendari Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i1.194Kata Kunci:
Pola makan, sedentary lifestyle, durasi tidur,kejadia gizi lebihAbstrak
Latar belakang: Gizi lebih terjadi karena berbagai hal, tapi yang utama adalah ketidakseimbangan energi. Di Provinsi Sulawesi Tenggara, pada tahun 2023, jumlah remaja berusia 13-15 tahun yang mengalami overweight dan obesitas masing-masing adalah 9,0% dan 2,9%. Tujuan: penelitian ini ingin mencari tahu bagaimana pola makan, gaya hidup tidak aktif, dan waktu tidur berhubungan dengan masalah gizi lebih pada remaja. Metode: penelitian ini menggunakan cara observasional analitik dengan desain cross sectional. Ada 278 responden yang menjadi sampel yang dipilih dengan teknik pemilihan acak sederhana. Untuk analisis datanya, digunakan uji Chi-square. Hasil: menunjukkan bahwa pola makan (nilai p = 0,003), gaya hidup tidak aktif (nilai p = 0,021), dan waktu tidur (nilai p = 0,026) semuanya lebih kecil dari nilai p = 0,05. Kesimpulan: ada hubungan antara pola makan, gaya hidup tidak aktif, dan waktu tidur dengan masalah gizi lebih pada remaja. Sebaiknya, remaja harus menjaga pola makan yang sehat dengan mengurangi makanan yang tinggi kalori, lebih aktif bergerak untuk mengurangi gaya hidup tidak aktif, dan memastikan waktu tidur yang cukup untuk mendukung kesehatan. Dengan menjalani kebiasaan sehat secara teratur, remaja bisa mencegah masalah gizi lebih dan mencapai pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







