Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Penggunaan Obat Antinyeri Pada Pasien Swamedikasi Nyeri Muskuloskeletal
Studi dilakukan di Apotek Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i1.186Kata Kunci:
ketidakpatuhan, analgesik, swamedikasi, nyeri muskuloskeletalAbstrak
Nyeri muskuloskeletal merupakan salah satu keluhan kesehatan yang umum dan sering diatasi melalui swamedikasi menggunakan obat antinyeri, terutama NSAID dan paracetamol. Namun, ketidakpatuhan terhadap aturan penggunaan obat dalam praktik swamedikasi dapat menimbulkan risiko klinis yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan penggunaan obat antinyeri pada pasien swamedikasi nyeri muskuloskeletal, khususnya di Apotek Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo. Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dari 57 responden dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketidakpatuhan mencapai 40,4%. Dari berbagai faktor yang dianalisis, hanya sikap pasien terhadap penggunaan obat yang menunjukkan hubungan signifikan terhadap ketidakpatuhan. Sementara itu, pengetahuan pasien dan dukungan sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi edukatif yang berfokus pada perubahan sikap pasien guna meningkatkan kepatuhan dalam penggunaan obat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman perilaku swamedikasi dan menjadi dasar perencanaan strategi edukasi berbasis perilaku.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







